Muhasabah (sebuah renungan)

Written by yuda wijaya on .

•Ilmu bukanlah diukur dgn banyaknya seseorang :
□ berbicara masalah agama,
□ semisal memberikan nasihat,
□ mengumpulkan catatan,
□ berbagi catatan,
□ membahas suatu permasalahan
□ atau berbantah-bantahan sekedar untuk "menampakkan" diri sebagai orang yang berilmu.

•Tapi ilmu adalah sejauh mana rasa takut seseorang kepada Allah ta'ala.

•Yang dengan rasa takutnya itu, dia akan senantiasa melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

•Yang dengan rasa takutnya itu, dia akan senantiasa menahan dirinya dari akhlak yg buruk dan dari kedzaliman semisal :
□ berkata kasar,
□ mencaci-maki,
□ mencela,
□ atau merendahkan saudaranya sesama muslim.


•Yang dengan rasa takutnya itu, dia akan senantiasa menjaga relung-relung hatinya dari sifat:
□ ujub,
□ sombong,
□ hasad,
□ dan berbagai penyakit hati lain yang dapat membinasakannya.

•Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu'anhu berkata:
“Ilmu itu bukanlah banyaknya (hafalan) riwayat, melainkan rasa takut (kepada Allah)”.
[Al Fawa'id, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah]

Orang yg takut kepada Allah, itulah orang yang berilmu, yang dengan ilmunya, menyampaikan mereka kepada Rasa takut hanya kepada Allah ta'ala.

Allah ta'ala berfirman :
"Sesungguhnya yg takut Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah 'ulama (orang yg berilmu) [Qs. Fathir : 28].

“Maknanya adalah, tidak ada yg merasa takut kepada-NYA kecuali seorang yg berilmu.
Ini artinya, Allah swt memberitakan bahwa setiap orang yang Takut kepada Allah swt, maka itulah orang yang berilmu".