Surabaya, 22-07-2026 — Di antara tujuan pendidikan di sekolah Al-Irsyad: Menjadikan siswa berkemampuan dan berkemauan melaksanakan perintah-perintah Allah Ta’aala.
Salah satu perintah Allah yang paling utama adalah tilawah Al Quran. Dan manusia paling baik adalah yang belajar dan mengajarkan Al Quran.
Rasulullah Muhammad saw bersabda, “Sebaik-baik orang di antara kalian adalah yang belajar dan mengajarkan Al Quran.” (HR. Bukhari).
Selama satu ajaran penuh, siswa-siswi sekolah Al-Irsyad mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar Baca Tulis al Quran (BTQ). Telah sampailah di ujung tahun ajaran 2025-2026 untuk dilakukan ujian kelulusan.
Kategori SD Wisuda BTQ :
– Wisuda I : tuntas Iqro 1-6 dan materi penunjang
– Wisuda II : khatam tilawah 30 juz dan tuntas materi penunjang
– Wisuda Tahfidz : hafal juz 30 dan tuntas materi penunjang
akhir ajaran ini tercatat total 223 murid. Untuk kategori SD, pihak YPAS membagi tiga kelompok wisudawan
Jumlah di atas merupakan total dari SD Al-Irsyad. Menurut Ustadz Isa Saleh Kuddeh, M.Pd.I salah satu penguji, siswa-siswi Al-Irsyad punya kemampuan membaca Al Quran yang sangat baik.
“Dari sisi makhraj huruf dan kelancarannya sangat baik. Kemampuan mereka hampir sama. Hanya sedikit saja yang sisi kelancarannya agak kurang. Tapi secara umum sudah baik,” jelasnya.
Selain kelancaran yang baik, hal yang wajib disyukuri adalah murid-murid Al-Irsyad mampu memperkuat hafalan dari 1 juz hingga paling istimewa: 9 juz. Berikut ini rinciannya.
SMP Kategori Tahfidz
1. Juz 27: ada 5 murid
2. Juz 28: ada 18 murid
3. Juz 29: ada 43 murid

SMA Kategori Tahfidz
Hafalan 3 juz: ada 7 murid
Hafalan 4 juz: ada 3 murid
Hafalan 5 juz: ada 4 murid
Hafalan 6 juz: ada 1 murid
Hafalan 7 juz: ada 1 murid
Hafalan 8 juz: ada 2 murid
Hafalan 9 juz: ada 5 murid

SMK Kategori Tahfidz
Pilihan Juz 30: ada 21 murid
Pilihan Juz 29 : ada 11 murid
Pilihan Juz 28 : ada 6 murid
Pilihan Juz 27 : ada 1 murid
Pilihan Juz 30, 29, 28, 27, 1, 2, 3, 4 (8 juz): Ada 1 murid

Mengapa istimewa? Karena siswa-siswi Sekolah Al-Irsyad Surabaya tidak tinggal di asrama seperti murid-murid di pondok pesantren.
Makin Istimewa Karena Sekolah Non-Asrama yang Kuat Di Al Quran
Jika santri ponpes, punya waktu khusus menambah dan memperkuat hafalan ketika di asrama, maka tidak sama dengan siswa-siswi sekolah non-asrama (ponpes). Mereka harus mengikuti banyak pelajaran lainnya dan harus pulang tiap hari.
Tentu saja, durasi melakukan murajaah (mengulang hafalan dan menambah halafan) murid-murid Al-Irsyad tidak selama santri-santriwati di ponpes yang bisa jadi siang dan malam bisa murajaah. Inilah keistimewaan BTQ di sekolah Al-Irsyad.
Tim penguji tidak hanya dari para guru/ustadz, pihak yayasan juga mengundang ahli tilawah Al Quran dari Kemenag Kota Surabaya.
Sejak awal pihak sekolah mengajukan permohonan kerja sama dengan Kemenag Kota Surabaya untuk kelulusan/munaqosyah BTQ siswa-siswi Al-Irsyad. Kerja sama dengan Kemenag ini hanya fokus pada jenjang SMP dan SMA.
Kemudian Pihak Kemenag melakukan visitasi dan tes awal beberapa siswa. Setelah itu pendatanganan kerja sama antara sekolah dengan Kemenag.
Sekolah mengajukan daftar dan jumlah siswa yang akan di Munaqosyah Tahfidz minimal 1 juz. Kemenag memberikan jadwal Munaqosyah beserta nama munaqis/penguji pada sekolah.
Pelaksanaan tes/munaqosyah Tahfidz bertempat di sekolah masing-masing. Seluruh kegiatan munaqosyah dilaksanakan pada periode Juni 2026, kecuali jenjang SMK yang digelar bulan sebelumnya.
Mendapat Sertifikasi Dari Kemenag
Setelah sepekan dari munaqosyah, Kemenag menerbitkan sertifikat tahfidz kepada sekolah sesuai daftar nama siswa yang mengikuti tes yang dinyatakan lulus.
Siswa-siswi SMP dan SMA harus menunjukkan bacaannya di hadapan penguji dari pengajar BTQ dan penguji dari Kemenag.
“Siswa-siswi Al-Irsyad mempunyai bacaan atau makhraj dan tawjid yang sangat bagus,” jelas para penguji dari Kemenag.
Jika Ayah Bunda sedang mempertimbangkan sekolah Islam non-asrama di Surabaya dengan penguatan pembelajaran Al Quran, sekolah Al-Irsyad layak menjadi rekomendasi utama.
Info SPMB 2027-2028
KB-TK
SD
SMP
SMA
SMK
Laporan : Yuda Wijaya
Editor : Oki Aryono