Al-Irsyad Surabaya Raih Sertifikat Sekolah STEAM | Perjalanan panjang Yayasan Perguruan Al-Irsyad Surabaya (YPAS) dalam mengembangkan pembelajaran berbasis STEAM akhirnya memasuki sebuah tonggak penting.
Bertempat di Aula YPAS, Senin pagi, 17 Agustus 2026, dilaksanakan penyerahan Sertifikat Sekolah STEAM dari Kuanta Indonesia kepada Yayasan Perguruan Al-Irsyad Surabaya.
Kuanta Indonesia adalah konsultan lembaga pendidikan yang berpusat di Surabaya dan berpengalaman sebagai mitra transformasi pendidikan melalui layanan konsultasi, pelatihan, riset dan pendampingan.
Satu Tahun Berproses, Dari Pelatihan Guru hingga Lahirnya Karya Inovatif Siswa
Sertifikat tersebut menjadi bentuk pengakuan atas proses pengembangan pembelajaran Science, Technology, Engineering, Art & Mathematics (STEAM) yang telah dijalankan secara bertahap dan berkelanjutan selama kurang lebih satu tahun.
Dalam prosesi tersebut, sertifikat secara simbolis diserahkan oleh Direktur Yayasan Perguruan Al-Irsyad Surabaya, Bapak Mokhammad Priyanto, S.Si, kepada masing-masing kepala sekolah di PG-TK, SD, SMP, SMA, dan SMK Al-Irsyad Surabaya.
Al-Irsyad Surabaya Raih Sertifikat Sekolah STEAM
Direktur Yayasan Perguruan Al-Irsyad Surabaya dalam kesempatan ini mewakili pihak Kuanta Indonesia yang berhalangan hadir secara langsung.
Bagi Yayasan Perguruan Al-Irsyad Surabaya, sertifikat tersebut bukan sekadar sebuah dokumen penghargaan. Di balik selembar sertifikat terdapat proses panjang: pelatihan, pendampingan guru, pengembangan ide pembelajaran, pembuatan proyek, eksperimen, kegagalan, perbaikan, hingga akhirnya siswa mampu menghasilkan karya yang dapat dipamerkan dan dipresentasikan kepada publik.
Lebih dari itu, pencapaian ini menjadi penanda bahwa transformasi pembelajaran di Yayasan Perguruan Al-Irsyad Surabaya terus bergerak menuju pendidikan yang semakin relevan dengan kebutuhan abad ke-21, tanpa meninggalkan karakter dan nilai-nilai Qur’ani. Di usia lembaga yang sudah 102 tahun pada 2026 ini, Yayasan Perguruan Al-Irsyad Surabaya berupaya mengembangkan potensinya menjadi lembaga pendidikan yang bermutu dan berdampak.
Perjalanan Perguruan Al-Irsyad Surabaya Menjadi Sekolah STEAM
Perjalanan Yayasan Perguruan Al-Irsyad Surabaya tersebut dimulai sejak penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pelatihan STEAM bersama Kuanta pada Juni 2025.
Tahap awal kemudian dilanjutkan dengan pelatihan intensif bagi para pendidik Yayasan Perguruan Al-Irsyad Surabaya selama tiga hari. Pelatihan tersebut menjadi fondasi awal bagi guru untuk memahami konsep dan pendekatan STEAM serta bagaimana menerapkannya dalam proses pembelajaran.
Namun Yayasan Perguruan Al-Irsyad Surabaya tidak berhenti pada pelatihan. Agenda berikutnya sudah disiapkan untuk mematangkan penerapan STEAM di sekolah.
Setelah pelatihan awal, proses dilanjutkan dengan pendampingan intensif selama kurang lebih delapan bulan. Pada tahap inilah gagasan STEAM mulai diterjemahkan ke dalam praktik pembelajaran di masing-masing jenjang.
Guru tidak hanya belajar memahami konsep, tetapi juga mulai mendampingi siswa untuk mengembangkan proyek berdasarkan permasalahan yang dekat dengan kehidupan mereka.
Proses tersebut membutuhkan perubahan cara pandang. Belajar tidak lagi sekadar tentang menerima informasi dari guru, tetapi juga tentang bagaimana siswa mengamati masalah, mengajukan pertanyaan, mencari solusi, mencoba, melakukan kesalahan, memperbaiki, dan kemudian menjelaskan hasilnya.
Inilah semangat yang kemudian berkembang di lingkungan YPAS.
Ketika Anak Tidak Hanya Belajar, Tetapi Menciptakan | Sekolah Al-Irsyad Surabaya Terapkan STEAM
Salah satu tujuan utama pendekatan STEAM adalah memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan critical thinking, creativity, collaboration, communication, dan problem solving.
Konsep tersebut terasa nyata dalam berbagai proyek yang dikembangkan oleh siswa Yayasan Perguruan Al-Irsyad Surabaya.
Menariknya, proyek yang dihasilkan tidak harus selalu rumit. Justru dari persoalan sederhana di sekitar kehidupan sehari-hari, siswa belajar menemukan hubungan antara ilmu pengetahuan, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika.
Dari sinilah lahir berbagai karya siswa lintas jenjang yang kemudian ditampilkan dalam Festival STEAM Qur’ani sebagai puncak dari proses pendampingan. baca berita : https://ypas.or.id/al-irsyad-steam-qurani-2026/
Festival tersebut menjadi panggung bagi siswa untuk menunjukkan bahwa proses belajar yang mereka jalani dapat menghasilkan sesuatu yang konkret.
Dalam proposal kegiatan, festival dirancang sebagai wadah pameran proyek STEAM Qur’ani, presentasi atau diseminasi proyek, serta demonstrasi karya dan eksperimen siswa.
Klik Juga: Dari PG-TK hingga SMA dan SMK Al Irsyad, Belajar Dengan Konsep STEAM
Liputan: Yuda Wijaya
Editor: Oki Aryono