Bersama Dinas Kesehatan Kota Surabaya , kecamatan semampir, kelurahan ujung dan Puskesmas Sawah Pulo, YPAS mengajak generasi muda memahami pentingnya gizi seimbang, mencegah anemia, dan membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini.
SURABAYA 22 Oktober 2026 — Pendidikan yang berkualitas tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada kesehatan fisik, pembentukan karakter, dan kebiasaan hidup yang baik. Semangat inilah yang tercermin dalam kegiatan Sosialisasi Cegah Stunting dan Aksi Bergizi: Raih Surabaya Emas yang diselenggarakan di Aula dan Lapangan YPAS.
Kegiatan ini melibatkan lebih dari 800 peserta, terdiri atas guru serta siswa-siswi SD, SMP, SMA, dan SMK Al-Irsyad Surabaya. Acara tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Ibu DR, Kartika Sri Redjeki, dr. M.Kes , Bapak Yunus SSTP, MAP camat semampir , bapak Wahyudi, S.Sos, MAP lurah Ujung dan kepala Puskesmas Sawah Pulo ibu dr. Gerryd Dina Soepardi, M.Kes sebagai bentuk kolaborasi dalam meningkatkan kesadaran kesehatan di lingkungan Pendidikan dan Masyarakat pada umumnya
Melalui kegiatan ini, para peserta diajak memahami bahwa upaya mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas perlu dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten. Memahami kebutuhan gizi, membiasakan sarapan, menjaga kesehatan tubuh, serta mengenali risiko anemia merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan generasi muda sekaligus mendukung pencegahan stunting.
Kolaborasi Sekolah dan Tenaga Kesehatan untuk Generasi Sehat
Kegiatan diawali dengan sambutan Direktur YPAS, Ustadz Isa Saleh, M.Pd.I. merujuk pada hadist nabi “mukmin yang kuat lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah” Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sambutan Kepala Kecamatan Semampir, Bapak Yunus SSTP, MAP yang menyampaikan ucapan terima kasih kepada YPAS yang selalu mengambil bagian pada kegiatan kecamatan semampir hal ini membuktikan ketulusan YPAS dalam memberikan hal yang bermanfaat kepada masyarakat sekitar. perwakilan Dinas Kesehatan Kota Surabaya, DR, Kartika Sri Redjeki, dr. M.Kes juga memberikan sambutanya.
Kehadiran berbagai pihak dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan membutuhkan kerja sama yang berkelanjutan. Sekolah menjadi salah satu ruang strategis untuk menjangkau anak dan remaja, sedangkan tenaga kesehatan memberikan pengetahuan serta pendampingan berdasarkan bidang keahliannya.
Bagi YPAS, kegiatan semacam ini menjadi bagian penting dari proses pendidikan. Siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk memahami persoalan kesehatan yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari.
Dengan jumlah peserta lebih dari 800 orang, kegiatan ini menjadi sarana edukasi yang menjangkau siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Pesan tentang pentingnya gizi, pencegahan anemia, dan kebiasaan hidup sehat diharapkan dapat dipahami sesuai dengan usia serta kebutuhan masing-masing peserta.

Senam Bersama, Sarapan Pagi, dan Konsumsi Tablet Tambah Darah
Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan senam bersama di lapangan YPAS. Aktivitas fisik ini menjadi pembuka yang mengajak peserta bergerak aktif sekaligus membangun suasana kebersamaan antara siswa dan guru.
Rangkaian berikutnya adalah sarapan pagi bersama. Sarapan menjadi salah satu kebiasaan penting yang perlu diperhatikan oleh anak dan remaja karena tubuh membutuhkan energi untuk menjalani aktivitas belajar maupun kegiatan fisik sepanjang hari.
Melalui kegiatan sarapan bersama, peserta diajak melihat bahwa menjaga kesehatan tidak selalu harus dimulai dari langkah yang rumit. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara teratur dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat apabila disertai pemahaman yang benar dan dukungan lingkungan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan konsumsi tablet tambah darah sebagai bagian dari kegiatan aksi bergizi. Edukasi mengenai tablet tambah darah penting bagi remaja, khususnya dalam upaya pencegahan anemia. Pelaksanaannya perlu mengikuti arahan tenaga kesehatan dan ketentuan program yang berlaku agar peserta memperoleh informasi yang tepat mengenai manfaat, cara konsumsi, dan pentingnya kepatuhan.
Bagi para siswa, rangkaian ini memberikan pengalaman langsung bahwa kesehatan tidak cukup hanya diketahui secara teori. Pengetahuan perlu diterjemahkan menjadi tindakan nyata, mulai dari membiasakan aktivitas fisik, memperhatikan asupan makanan, hingga mengikuti anjuran kesehatan yang sesuai.
Edukasi Aksi Bergizi Bersama Dokter Tim DBL dan Persebaya
Salah satu agenda utama kegiatan adalah penyampaian materi aksi bergizi oleh Dr. Tommy W., dokter tim DBL dan Persebaya, yang berlangsung di Lapangan YPAS.
Kehadiran dokter yang terlibat dalam dunia olahraga memberikan kesempatan bagi siswa untuk melihat hubungan antara kesehatan, kebugaran, dan kesiapan menjalani aktivitas. Dalam kegiatan belajar maupun olahraga, tubuh membutuhkan kondisi yang baik agar dapat berfungsi secara optimal.
Edukasi kesehatan juga penting untuk membangun pemahaman bahwa menjaga tubuh bukan hanya dilakukan ketika sedang sakit. Kebiasaan menjaga asupan gizi, melakukan aktivitas fisik, dan memperhatikan kondisi tubuh merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan dalam jangka panjang.
Bagi siswa yang sedang berada dalam masa pertumbuhan, pemahaman tersebut menjadi bekal penting. Mereka perlu mengenali bahwa kebutuhan tubuh harus diperhatikan, sementara pilihan dan kebiasaan sehari-hari dapat memengaruhi kesehatan serta kesiapan mereka dalam mengikuti berbagai kegiatan.
Melalui penyampaian materi ini, kegiatan aksi bergizi diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi pengalaman belajar yang mendorong siswa untuk lebih peduli terhadap kesehatan dirinya sendiri.
Mengenal Anemia dan Pentingnya Pencegahan Stunting Sejak Dini
Sementara itu, di Aula YPAS, peserta mengikuti sesi edukasi kesehatan yang membahas pencegahan anemia pada remaja dan pentingnya membangun pola hidup sehat sejak dini.
Materi pertama disampaikan oleh dr. Fatimah Arief, Sp.A, M.Ked.Klin, dengan topik pencegahan anemia pada remaja. Sesi ini mengangkat persoalan kesehatan yang penting untuk dipahami oleh peserta didik, terutama ketika mereka memasuki masa pertumbuhan dan membutuhkan perhatian terhadap kecukupan gizi.
Anemia merupakan kondisi ketika tubuh tidak memiliki jumlah sel darah merah sehat atau kadar hemoglobin yang memadai. Kondisi ini dapat berkaitan dengan berbagai faktor, termasuk kekurangan zat besi. Pada remaja, anemia perlu mendapat perhatian karena dapat menimbulkan keluhan seperti mudah lelah, lemas, dan sulit berkonsentrasi.
Pemahaman mengenai anemia membantu siswa mengenali pentingnya mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan mengikuti saran tenaga kesehatan. Edukasi ini juga diharapkan mendorong siswa untuk tidak mengabaikan kondisi tubuh serta lebih terbuka dalam mencari informasi kesehatan dari sumber yang tepercaya.
Materi berikutnya disampaikan oleh Novi Gita Noer Febrian, S.Gz., dengan topik Remaja Sehat, Bebas Anemia, Cegah Stunting Sejak Dini. Materi ini menekankan pentingnya perhatian terhadap kesehatan dan kecukupan gizi sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang lebih sehat.
Stunting merupakan kondisi gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, serta faktor lain yang saling berkaitan. Pencegahannya memerlukan perhatian sejak masa sebelum kehamilan, selama kehamilan, hingga periode awal kehidupan anak. Meski demikian, edukasi kepada remaja tetap penting karena mereka merupakan calon orang tua pada masa mendatang dan perlu dibekali pemahaman mengenai gizi serta kesehatan reproduksi yang tepat.
Dengan bekal pengetahuan tersebut, para siswa diharapkan mampu memahami bahwa kesehatan merupakan tanggung jawab yang perlu dijaga sepanjang kehidupan. Kebiasaan baik yang dibangun sejak remaja dapat menjadi modal penting untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga pada masa depan.

Raih Surabaya Emas: Kebiasaan Sehat yang Perlu Dilakukan Berulang
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr. Kartika Sri Rejeki, dr., M.Kes., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan perilaku peserta didik mengenai pentingnya upaya pencegahan stunting untuk mewujudkan Surabaya Emas.
Lebih dari sekadar memberikan informasi, kegiatan ini diharapkan mendorong perubahan perilaku. Pengetahuan yang diperoleh peserta perlu diterapkan dalam keseharian, baik di sekolah maupun di rumah.
Salah satu pesan penting dari kegiatan ini adalah perlunya membiasakan aktivitas bergizi secara berkala. Kegiatan serupa diharapkan dapat menjadi contoh praktik yang bisa dilakukan seminggu sekali, disertai penyesuaian program dan arahan tenaga kesehatan.
Kebiasaan hidup sehat memang tidak terbentuk hanya melalui satu kali penyuluhan. Diperlukan pengulangan, keteladanan, dan dukungan lingkungan agar pengetahuan berubah menjadi perilaku. Karena itu, keterlibatan sekolah, guru, orang tua, dan tenaga kesehatan memiliki arti penting dalam menjaga kesinambungan edukasi.
Ketika siswa terbiasa memahami pentingnya sarapan, memperhatikan makanan yang dikonsumsi, bergerak aktif, dan mengikuti edukasi kesehatan, mereka memiliki kesempatan lebih besar untuk membawa kebiasaan tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari.
Semangat Raih Surabaya Emas menjadi ajakan bersama untuk membangun generasi yang lebih sehat, berpengetahuan, dan siap menghadapi masa depan.
YPAS sebagai Mitra Strategis dalam Edukasi Kesehatan
Kepala Puskesmas Sawah Pulo, dr. Gerryd Dina Soepardi, M.Kes, juga menilai YPAS sebagai tempat yang tepat untuk menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan berskala besar. Jumlah siswa yang cukup banyak memungkinkan pesan kesehatan menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas.
Selain itu, YPAS merupakan salah satu mitra strategis Puskesmas Sawah Pulo. Kerja sama antara sekolah dan fasilitas pelayanan kesehatan menjadi peluang untuk memperkuat edukasi serta meningkatkan perhatian terhadap kesehatan anak dan remaja di lingkungan pendidikan.
Kolaborasi semacam ini penting karena sekolah merupakan tempat siswa menghabiskan banyak waktu dalam proses belajar dan berinteraksi. Melalui kerja sama yang baik, edukasi kesehatan dapat disampaikan secara lebih dekat dengan kehidupan peserta didik, sekaligus mendorong terbentuknya lingkungan sekolah yang mendukung kebiasaan sehat.
Bagi wali murid, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa pendidikan kesehatan tidak berhenti ketika anak meninggalkan lingkungan sekolah. Kebiasaan yang dipelajari siswa akan lebih mudah diterapkan apabila mendapatkan dukungan di rumah, seperti membiasakan sarapan, menyediakan makanan yang beragam dan bergizi, serta membangun komunikasi terbuka mengenai kesehatan.
Sinergi sekolah, keluarga, dan tenaga kesehatan diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang konsisten dalam mendukung tumbuh kembang anak dan remaja.
Pendidikan Holistik: Memperhatikan Ilmu, Karakter, dan Kesehatan
Sebagai sekolah Islam modern dengan pendidikan holistik Qur’ani, YPAS memandang proses pendidikan sebagai upaya mengembangkan peserta didik secara menyeluruh. Pembelajaran tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan akademik, tetapi juga pembentukan akhlak, tanggung jawab, kemandirian, serta kepedulian terhadap diri sendiri dan lingkungan.
Perhatian terhadap kesehatan menjadi bagian yang relevan dalam pendekatan tersebut. Siswa perlu dibekali pengetahuan agar mampu mengambil keputusan yang lebih baik, termasuk dalam menjaga kebugaran dan memilih kebiasaan yang mendukung kesehatannya.
Kegiatan Sosialisasi Cegah Stunting dan Aksi Bergizi memperlihatkan bagaimana sekolah dapat menjadi ruang kolaborasi antara dunia pendidikan dan layanan kesehatan. Melalui kegiatan langsung, penyampaian materi, serta pembiasaan perilaku sehat, siswa memperoleh pengalaman belajar yang dekat dengan kebutuhan nyata mereka.
Bagi YPAS, upaya membangun generasi berkualitas memerlukan perhatian pada berbagai aspek kehidupan. Anak yang mendapatkan pendidikan, dukungan karakter, dan pemahaman kesehatan diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang mampu belajar, berkembang, serta berkontribusi secara positif bagi masyarakat.
Kegiatan ini pun menjadi pengingat bahwa investasi terhadap masa depan generasi muda dapat dimulai dari langkah sederhana: memahami kesehatan, membangun kebiasaan baik, dan menerapkannya secara konsisten.
Dengan dukungan Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Puskesmas Sawah Pulo, para guru, siswa, dan keluarga, YPAS berharap semangat Raih Surabaya Emas dapat terus tumbuh menjadi gerakan bersama. Bukan hanya sebagai slogan, tetapi sebagai komitmen untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menyongsong masa depan.
YPAS — Sekolah Islam Modern dengan Pendidikan Holistik Qur’ani. Menumbuhkan ilmu, membangun akhlak, dan mendukung tumbuh kembang generasi sehat.