Ada perdebatan, apa saja yang membuat suatu negara itu ekonominya begitu baik? Mari kita sama-sama ulas secara ringkas.
Apakah karena usia negara itu?
Faktor usia bukan faktor terpenting. Negara dengan sejarah panjang seperti Mesir dan India tidak menjamin perkembangan ekonomi.
Kedua negara ini umurnya lebih dari 2.000 tahun. Tetapi keadaan keduanya tidak jauh berbeda dengan umumnya negara miskin lainnya di Asia dan Afrika.
Di sisi lain negara seperti Singapura, Kanada, Selandia Baru atau Australia umurnya tidak lebih dari 200 tahun dalam membangun. Saat ini negara-negara itu termasuk negara dengan ekonomi yang pesat dan penduduknya tidak lagi miskin.
Apakah karena sumber daya alamnya?
Ketersediaan sumber daya alam juga bukan jaminan sebuah negara menjadi kaya atau miskin. Jepang misalnya.
Wilayah negeri Sakura itu tidaklah luas dan sering dilanda gempa atau tsunami. Sekitar 80 persen daratan negeri matahari terbit itu berupa pegunungan dan tidak cukup untuk meningkatkan pertanian dan peternakan.
Tetapi Jepang menjadi salah satu raksasa ekonomi dunia. Jepang laksana sebuah negara ’industri terapung’ yang sangat besar. Mereka mengimpor bahan baku dari semua negara dan mengekspor barang jadinya ke seluruh penjuru dunia.
Hampir semua produk otomotif dan elektronik terkenal berasal dari negara yang pernah porak-poranda akibat bom atom itu.
Negeri Tak Punya Tanaman Kakao Tapi Penghasil Coklat Terbaik
Contoh lainnya adalah Swiss. Negara ini bahkan tidak punya perkebunan Kakao, sebagai bahan dasar produk coklat.
Tapi negara yang benderanya mirip logo organisasi Palang Merah ini merupakan negara pembuat coklat terbaik di dunia. Hanya sekitar 11 persen daratan Swiss yang bisa ditanami.
Negara ini sangat kecil yaitu 41.285 km2. Sebagai perbandingan, Provinsi Jawa Timur luasnya 47.922 km2.
Swiss juga penghasil susu terbaik dunia. Nestle yang berasal dari Swiss merupakan salah satu perusahaan makanan terbesar di dunia.
Negeri Seluas Provinsi Tapi Jadi Markas Banyak Lembaga Internasional
Negara yang beribukota di Berlin ini juga tidak punya cukup reputasi dalam pertahanan-keamanan (hankam) dan militer. Tetapi saat ini bank-bank di Swiss menjadi bank yang sangat disukai di dunia.
Kota-kota Swiss memiliki sistem pemerintahan yang sangat bagus. Zurich misalnya. Kota terbesar di Swiss ini mendapat predikat sebagai kota yang memiliki kualitas hidup terbaik di dunia pada 2006 dan 2007.
Karenanya, Swiss juga menjadi markas pelbagai organisasi internasional seperti WHO, FIFA, ILO (organisasi buruh dunia), dan UNHCR (komisi tinggi PBB untuk urusan pengungsi) serta menjadi kantor pusat dari 850 perusahaan internasional.
Apakah Etnik/Ras Tertentu Menjamin Pesatnya Ekonomi dan Teknologi Negara?
Ada lagi sebuah fakta yang unik. Ternyata para eksekutif dari negara dengan perekonomian raksasa yang berkomunikasi dengan rekannya dari negara berkembang akan sependapat bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hal kecerdasan dengan warna kulit atau ras tertentu.
Misalnya Indonesia. Sebenarnya sejumlah cendekiawan asal Indonesia yang berkelas internasional. Seperti B.J. Habibie misalnya. Artinya sebenarnya potensi kecerdasan setiap individu tetaplah sama.
Faktor warna kulit atau etnik ini bukanlah faktor penting bagi perkembangan ekonomi/iptek suatu bangsa.
Para imigran yang dikatakan malas di negara asalnya ternyata menjadi sumber daya yang produktif di negara maju/kaya di Eropa.
Banyak atlit hebat yang bermain di klub-klub sepak bola raksasa Eropa berasal dari negara-negara miskin di Afrika. Didier Drogba atau Samuel Eto’o misalnya.
Apa Faktor Utama Dalan Perkembangan Ekonomi dan Iptek Suatu Negara?
Lalu sebenarnya apa yang perbedaan antara bangsa yang pesat ekonominya dengan bangsa lemah ekonominya?
Jawabnya adalah pada sikap atau perilaku masyarakatnya yang terbentuk sepanjang tahun melalui kebudayaan dan pendidikan.
Berdasarkan analisis atas perilaku masyarakat negara mapan, ternyata bahwa mayoritas penduduknya sehari-hari mematuhi prinsip dasar kehidupan sosial. Di bawah ini sejumlah kesimpulannya.
Prinsip dasar kehidupan sosial untuk membangun negeri:
- Displin dan tepat waktu
- Etika/Adab
- Kejujuran & integritas
- Bertanggung jawab
- Hormat pada aturan dan tata tertib
- Hormat pada hak orang/warga lain
- Cinta pada pekerjaan
- Berusaha keras untuk menabung dan investasi
- Mau bekerja keras
- Adanya kecukupan sosok teladan yang baik
Kita tertinggal bukan karena kurang sumber daya alam atau alam ‘kejam’ kepada kita.
Kita masih lemah di banyak sektor karena kita kurang kemauan untuk mematuhi dan mengajarkan prinsip dasar kehidupan yang memungkinkan masyarakat kita pantas membangun masyarakat, ekonomi, dan negara.
Bekal Kesyukuran Dan Beramal Kebaikan
Sejatinya Bangsa Indonesia telah dibekali karunia yang luar biasa untuk maju pesat.
Anugerah dari Allah tak terhitung banyaknya, harus banyak bersyukur atas nikmat besar ini. Alhamdulillah. Kemudian kita perbaiki keadaan dengan berbagai kebaikan di segenap lini kehidupan.
Jika kita tidak hijrah dari keadaan ini, maka selamanya kita tidak akan berubah menjadi lebih baik.
Negeri yang sangat kaya akan sumber daya alam ini akan tetap terjerat kemiskinan dan keterbelakangan.
Allah Swt. berfirman, ”…sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan dirinya mereka sendiri…”(QS. Ar Ra’d 11).
Penulis: Oki Aryono