Pada proyek STEAM kali ini, murid SMK Al-Irsyad Surabaya menghadirkan sebuah aplikasi berbasis web yang dirancang untuk merangsang minat membaca, yaitu Time to Reading.
Proyek ini menarik karena teknologi digunakan bukan sekadar sebagai hasil akhir, melainkan sebagai alat untuk menjawab persoalan sosial dan pendidikan.
Di tengah kebiasaan generasi muda yang semakin dekat dengan perangkat digital, siswa justru mencoba memanfaatkan teknologi untuk mengajak masyarakat kembali membangun kebiasaan membaca.
Melalui proyek tersebut, siswa mendapatkan pengalaman dalam pengembangan aplikasi sekaligus belajar memahami kebutuhan pengguna.
Inilah salah satu semangat pendidikan yang ingin dibangun melalui STEAM: teknologi bukan tujuan akhir, melainkan sarana untuk menciptakan solusi yang bermanfaat.
Pembelajaran Science, Technology, Engineering, Art & Mathematics (STEAM) yang telah dijalankan secara bertahap dan berkelanjutan selama kurang lebih satu tahun di lingkungan Yayasan Perguruan Al-Irsyad Surabaya.
Tujuan pendekatan STEAM adalah memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan critical thinking, creativity, collaboration, communication, dan problem solving.
Konsep tersebut terasa nyata dalam berbagai proyek yang dikembangkan oleh siswa Yayasan Perguruan Al-Irsyad Surabaya.
Keterangan foto:
Siswa SMK Al-Irsyad mempresentasikan aplikasi “Time to Reading”, sebuah inovasi digital untuk mendorong kebiasaan membaca.
Liputan: Yuda Wijaya
Editor: Oki Aryono