Memasuki jenjang SD, proyek berbasis STEAM yang dihasilkan semakin beragam. Misalnya siswa SD kelas bawah (kelas 1, 2 dan 3) membuat es puter berbahan jus buah.
Kegiatan sederhana tersebut menjadi media pembelajaran untuk mengenal proses perubahan, bahan pangan, kreativitas, serta konsep makanan yang lebih sehat.
Anak-anak belajar bahwa ilmu pengetahuan dapat ditemukan dalam aktivitas yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, siswa SD kelas atas mengembangkan miniatur kipas tenaga surya. Proyek ini membawa siswa mengenal konsep energi terbarukan sekaligus memahami bagaimana energi matahari dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik yang kemudian digunakan untuk menggerakkan kipas.
Bagi siswa sekolah dasar, pengalaman tersebut menjadi langkah awal untuk memahami persoalan energi dan lingkungan melalui pendekatan yang konkret dan menyenangkan.
Di antara tujuan utama pendekatan STEAM adalah memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan critical thinking, creativity, collaboration, communication, dan problem solving.
Konsep tersebut terasa nyata dalam berbagai proyek yang dikembangkan oleh siswa Yayasan Perguruan Al-Irsyad Surabaya.

Keterangan foto:
Siswa SD Al-Irsyad menunjukkan miniatur kipas tenaga surya hasil proyek STEAM.
Liputan: Yuda Wijaya
Editor: Oki Aryono