Nah, di dalam dunia kerja pastinya sangat banyak sekali dan didominasi oleh orang yang sudah mempunyai pasangan atau menikah. Mereka berinteraksi dalam situasi dan kondisi kerja tanpa terasa mengabaikan batas-batas yang sudah ditentukan dalam Islam.
Padahal semua orang pasti sudah mengetahui zina merupakan perbuatan dosa besar dan diharamkan. Para ulama sepakat perbuatan zina adalah bentuk, tindakan kriminalitas moral yang mencoreng kehormatan manusia.
Yang sangat menakjubkan Islam tidak sekadar melarang perbuatan zinanya saja, tetapi melarang keras segala bentuk, aktivitas yang dapat mengantarkan dan mendekatkan seseorang untuk melakukan perbuatan tercela tersebut.
Daya Rusak Nafsu Itu Sangat Kuat
Dikarenakan sifat dasar zina adalah melibatkan dorongan biologis (syahwat) yang sangat kuat di dalam diri manusia jauh sebelum perbuatan itu benar-benar terjadi. Karena kekuatannya yang sangat besar,
Allah Swt. memutus mata rantai sejak dini dengan melarang hal-hal yang menjadikan jembatan menuju ke perbuatan tersebut.
Berbeda dengan kejahatan atau dosa lain yang tidak memiliki dorongan alami yang kuat dari dalam diri manusia, biasanya Allah langsung melarang langsung manusia untuk tidak melakukan perbuatannya. Larangan secara langsung tanpa menggunakan frase “Jangan Mendekati.”
Membuka Dosa-dosa Sosial Lainnya
Di lingkungan kerja yang masyarakatnya membiarkan atau memaklumi atas adanya perilaku bebas tanpa batas ini akan rentan mengalami distorsi moral, kriminalitas, dan ketidaknyamanan sosial.
Seseorang yang melakukan perbuatan tersebut tidak akan merasa itu adalah sebuah kesalahan fatal yang tidak boleh dilakukan, dan akan tetap merasa benar dengan adanya pembiaran dan seolah menyetujui segala perbuatanya.
Yang juga menanggung dosa adalah lingkungan masyarakat yang membiarkan dan yang tidak berani mengingatkannya, hanya berani membicarakan di belakangnya saja.
Maka terbentuklah ghibah, padahal itu adalah perbuatan yang dilarang dan ibaratnya memakan daging saudaranya sendiri, sehingga memicu kegelisahan sosial.
Tanpa disadari muncul situasi kerja yang tidak sehat dan tidak baik-baik saja. Jadi semua terlihat bermuka dua, tidak dapat melawan keburukan perbuatan keji tersebut, namun juga hanya mampu menonton perbuatan yang tidak sepantasnya dilakukan. Suasana ini akan membuat perasaan resah dan gelisah namun tiada berdaya.
Syariat Islam Bertujuan Menjaga Martabat Bukan Mengekang Manusia
Berdasarkan uraian di atas, esensi dari dilarangnya mendekati zina adalah sebagai bentuk perlindungan (proteksi) dan kasih sayang Allah Swt. terhadap harkat martabat manusia.
Jika segala hal yang bersifat mendekati atau memicu syahwat saja sudah dilarang keras oleh syariat, apalagi melakukan perbuatan intinya (zina) tentu merupakan pelanggaran fatal yang dapat mengundang kemurkaan dan adzabNYa.
Semoga kita dapat menjaga ambang batas pergaulan yang dapat melindungi harkat dan martabat diri sebagai muslim, mencegah fitnah, dan menghindari perilaku yang tidak diperbolehkan atau diharamkan dalam ajaran agama Islam.
Penulis: Hilaliyati Edris, Guru TK Al Irsyad Surabaya
Editor: Oki Aryono