baca bagian 1 : Umur Manusia Ibarat Air Di Gelas vs Air di Lautan
Sedangkan berdasarkan pendekatan Dalam Al-Quran, perbedaan waktu (waktu dunia dengan waktu akhirat) itu bisa dilihat dalam surat as-Sajadah ayat 5:
“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu”.
Jadi, dalam ayat tersebut disampaikan bahwa: perbandingan waktu dunia dengan waktu akhirat itu “satu hari di akhirat sama dengan 1.000 tahun di dunia” Sungguh, suatu waktu yang sangat lama dan sangat berbeda, hingga wajarlah jika Allah swt bersumpah demi waktu.
1 Berbanding Seribu
Dan kalau kita bandingkan dengan umur kita hidup di dunia ini dengan waktu di akhirat, dan kita ambil nilai rata-rata usia hidup manusia pada saat ini (yaitu berkisar umur 60-an tahun), atau kita ambil contoh dari Rasulullah Saw yang hidup sampai usia 63 tahun, maka usia kita hidup di dunia ini hanya 1,5 jam waktu akhirat. Subhanallah….
Mari kita sama-sama belajar menghitung:
1.000 tahun di dunia = 1 hari di akhirat.
24 jam akhirat = 1.000 tahun dunia.
12 jam akhirat = 500 tahun dunia.
6 jam akhirat = 250 tahun dunia.
3 jam akhirat = 125 tahun dunia.
1,5 jam akhirat = 62,5 tahun dunia.
Hasilnya, ternyata dunia yang sering kita banggakan selama ini, dimana di dalamnya kita berlomba-lomba untuk saling membunuh, menipu, menzalimi, menyakiti, membohongi, korupsi, selingkuh, berzina, dll, ini hanya bernilai 1,5 jam saja di akhirat.
Ternyata Sepanjang Hidup Kita Ibarat Hanya Waktu Pagi atau Sore Saja
Selain itu, jika jangka waktu usia kita rata-rata 63 tahun dan waktu yang kita gunakan untuk tidur atau beristirahat adalah 8 jam sehari (sepertiga dari waktu sehari, 24 jam), maka waktu yang kita gunakan untuk tidur adalah 21 tahun.
Jadi, kalau 63 tahun dikurangi waktu tidur 21 tahun, maka hidup kita ini hanya 42 tahun atau satu jam saja waktu akhirat…
###
Risiko Besar Para Ortu-Guru, Waktu Sangat Mepet
Maka, Maha Benar Allah, ketika mengabarkan perkataan manusia kelak di akhirat yang mengenang masa hidupnya di dunia.
“Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari.” (QS. An Naziat 46).
Ini menjadi renungan kita semua. Kita harus berkejaran dengan waktu. Bersegera menuju ampunan Allah, mengajak anak-anak kita dan murid-murid komitmen bertauhid dan bertaqwa.
Usia kita sangat pendek dan anak-anak pun hanya sebentar masa belajarnya. Setelah itu mereka sudah mandiri dan menentukan jalan perjuangannya sendiri.
Penulis: Oki Aryono
Tulisan ini terinspirasi dari nasihat Ustadz Dr. (HC). Ir. Abdul Kadir M. Baradja, Ketua Pengurus YPAS.
baca juga : Yuk Mulai Hal Baik dan Menjadikannya Kebiasaan