Kita coba merenung sejenak. Kita mengambil ibrah dari segelas air. Di genggaman kita ada segelas air yang berwarna. Sebut saja warna merah. Anda boleh menyebut warna lain sesuai selera.
Air di gelas ini sangatlah pekat. Saking pekatnya, jika air ini kita tuang ke lautan maka warna air laut berubah persis seperti air gelas. Tentu ilustrasi ini agak berlebihan dan hampir mustahil.
Ketika Air Segelas Bisa Mewarnai Air di Lautan
Itulah perbandingan kehidupan dunia dibanding kehidupan akhirat. Mungkin kita cukup familiar dengan hadits Nabi saw. “Celupkan jari tanganmu ke lautan. Air yang menempel di jarimu adalah kehidupan dunia. Sedangkan lautan adalah kehidupan akhirat.”
Dari sini kita bisa merenung, kehidupan duniawi yang hanya sebentar ini ternyata berdampak luas di akhirat kelak. Dunia yang sangat singkat ini menjadi penentu nasib kita di akhirat yang kekal itu. Air yang kita warnai di dunia ini menjadi pewarna pada air akhirat kelak.
Tentu sangat bodoh bagi kita bila menyia-nyiakan air segelas itu dengan warna yang dibenci Allah. Karena, Hari Akhir itu menjadi milik sepenuhnya Allah taala. Dialah Pemilik dan Raja pada Hari Penghitungan. Tak ada satu pun yang punya kuasa pada hari itu.
###
Berikut ini sebuah paparan yang dimuat sebuah akun Facebook milik Muhammad Syamsul Arifin, yang memperkuat renungan di atas.
###
TERNYATA KITA HANYA HIDUP 0,15 DETIK SAJA, ATAU 1,5 JAM WAKTU AKHIRAT
Bismillahir rahmanir rahim…
“Demi masa… Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan saling menasehati supaya mentaati kebenaran dan saling menasehati supaya menetapi kesabaran”. (QS. al-Ashr: 1-3)
Mengawali catatan ini, saya mulai dengan surat al-Ashr ayat 1-3. Dalam ayat tersebut, Allah swt. bersumpah demi waktu karena memang waktu manusia hidup di bumi ini sangat singkat sekali.
Oleh karena itu, sudah selayaknya kita menggunakan waktu sebaik mungkin agar tidak termasuk dalam kategori golongan orang yang rugi.
Waktu Versi Bumi dan Waktu Versi Kosmik/Galaksi
Menurut perhitungan para Astronom dan Fisikawan dari NASA, hidup manusia ternyata sangatlah singkat. Berdasarkan pendekatan kosmik menyimpulkan bahwa;
Rata-rata manusia di bumi ini hanya hidup selama 0,15 detik kosmik. Jika dihitung berdasarkan kalender waktu yang berlaku di bumi, maka kita hidup hanya berkisar 70 tahun. Karena 0,15 detik kosmik setara 70 tahun, karena 1 detik kosmik sama dengan 475 tahun.
Waktu kosmik itu sendiri adalah waktu yang menggambarkan umur alam semesta ini yang diperkirakan 15 milar tahun.
Karena itu para Astronom mendefinisikan umur kosmik, yaitu dengan cara mengandaikan umur alam semesta seakan-akan hanya 1 tahun, maka setiap detik kosmik adalah 475 tahun penanggalan kalender bumi.
Bersambung ke bagian 2:
Inilah Waktu di Bumi Vs Di Akhirat | Usia Kita Hanya Sekian Jam