Sebenarnya guru dan dosen itu punya banyak bahan untuk menulis. Para guru dan dosen punya bahan bagus untuk menulis artikel yang berkualitas dan menarik.
Selama ini, mungkin guru dan dosen itu direpotkan dengan urusan administrasi sekolah/kampus sehingga tak sempat menulis. Bisa juga karena mereka tidak percaya diri untuk menulis. Atau mereka enggan berlatih dan tidak ada instruktur yang mendampingi secara berkala.
Sangat besar potensi yang dimiliki Guru dan dosen
Jika kita jujur, sejatinya para guru dan dosen itu punya potensi besar untuk menulis. Tinggal apakah mau berlatih dan menjadi mentor yang telaten mendampingi.
Saya pernah mengajak para guru menggali apa saja yang bisa ditulis. Dalam beberapa sesi pelatihan menulis, saya mengajak guru untuk melihat sekeliling dan menengok lagi waktu yang telah berlalu.
Dari situlah kami sama-sama menuliskannya. Apa saja yang bisa ditulis para guru atau profesi pengajar seperti dosen. 5 hal yang bisa dijadikan tulisan guru dan dosen. Mari kita ulas di sini.
5 hal yang bisa dijadikan tulisan guru dan dosen, hal pertama
Selalu ada saja ada kenangan indah selama menjadi guru. Apalagi jika sang guru sudah mengajar lebih dari lima tahun.
Saya pernah bertemu guru yang sudah mengajar lebih dari 25 tahun. Pasti banyak kenangan yang indah atau sebaliknya.
Kenangan-kenangan paling berkesan itu bisa dituangkan dalam tulisan. Karena, memori paling berkesan itulah yang paling mudah diingat. Sehingga kemudian bisa ditulis. Karena kenangan yang berkesan itu sangat lekat pada ingatan kita.
Ingatan itu tampak jelas di benak kita. Seakan-akan baru kemarin itu terjadi. Itulah kerja otak manusia. Neuron-neuron otak akan tersambung satu sama lain ketika kita terus mengingat-ingatnya.
Ada pengalaman seorang guru momen ketika dulunya ia diterima perguruan tinggi negeri. Sebuah harapan yang selama ini sangat ia impikan. Harapan antara menembus kampus idaman dan harapan kuliah di kampus negeri dengan tujuan menghemat biaya pendidikan.
Padahal kejadian itu mungkin sudah bepuluh tahun silam. Sang guru masih sangat ingat detik kejadiannya. Bahkan sampai ia ingat betul bagaimana ia membeli koran untuk mencari namanya di pengumunan ujian masuk PTN. Saat itu namanya UMPTN.
Ingatan inilah yang ia tulis. Ia juga menulis bagaimana ia bisa diterima sebagai guru di sekolah yang saat ini ia mengabdikan dirinya. Ini adalah salah satu dari 5 hal yang bisa dijadikan tulisan guru dan dosen.

Hal kedua
Seorang guru atau dosen bisa menulis tentang metode pengajaran mata pelajaran yang ia kuasai. Saya pernah menerima tulisan guru dalam sebuah sesi pelatihan menulis. Ia menulis bagaimana ia mengoreksi operasi perkalian dalam mata pelajaran (mapel) Matematika.
Ia adalah kepala sekolah jenjang SMA dan termasuk guru senior di yayasan. Namun dulunya dia adalah guru Matematika di jenjang SD.
Dia menulis pengalaman dia mengoreksi metode pembelajaran perkalian salah satu siswanya. Awalnya dia bingung dengan kemampuan siswanya itu.
Ketika mengerjakan tugas di sekolah dia mampu melakukan sesuai cara yang diajarkan. Namun saat mengerjakan PR, selalu ada saja yang salah.
Usut punya usut, ternyata sang siswa punya guru privat. Nah, guru privat inilah yang mengajarkan metode yang berbeda dan tidak tepat.
Karena itu, kemudian guru senior melakukan komunikasi dengan wali murid, termasuk dengan guru privatnya. Di sanalah kemudian metode itu bisa diluruskan. Ini salah satu dari 5 hal yang bisa dijadikan tulisan guru dan dosen.
Hal ketiga
Ini biasanya terjadi pada mata pelajaran (mapel) Matematika, Fisika, Bahasa Inggris atau mapel mengandung rumus-rumus rumit. Banyak pelajar atau mahasiswa merasa bab-bab itu sangat sulit dioperasikan atau dipraktikkan dalam pelajaran.
Dari sini, guru-guru itu bisa memberi kiat-kiat mudah bagaimana menghafalkan rumus itu dan kiat mudah mengoperasikannya.
Dulu waktu kita SD, guru kita sering memberi singkatan untuk menghafalkan nama atau urutan yang agak banyak. Misalnya warna-warna pelangi disingkat menjadi mejiku hibiniu. Ini adalah singkatan dari Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila, dan Ungu.
Para guru bisa membuat hal lain yang semisal dengan ini. Tentu hal ini membutuhkan kreativitas dan banyak latihan agar bisa mendapat hasil yang unik atau menyenangkan untuk dipelajari.
Bersambung ke bagian kedua, klik tautannya di sini